Tiga puluh tahun – tiga bulan dan sekian hari yang lalu lamanya, terlahirkan aku….. lahir dari rahim ibuku tercinta dengan tanpa melalui persalinan normal. Di awal kehadiran aku, ternyata sudah menorehkan bekas luka mendalam bagi “Sang Ibu” diimbuhi pula dengan berbagai pasca trauma yang diderita ibu akibat “Operasi Sesar”.
Menorehkan ciri tersendiri, kala Panti Wilasa, rumah sakit bilangan pinggiran Kota Semarang terpaksa melakukan operasi besar pertama mereka guna menghadirkan ku di dunia ini. Betapa seorang ibu sangat “luar biasa” ini mempertahankan ku untuk dilahirkan, walau secarik kertas “persetujuan aborsi dengan alasan medis” telah menunggu sentuh tangan “Sang Ibu”.
Menoreh juga di benak sang ayah…. kala “Sang Ayah” diharuskan kontak sahabat dan saudara di belanda tuk hadirkan seorang professional yang memiliki pengalaman dalam prosesi kelahiranku. Yang pasti itulah aku pada saat itu. Puja dan Puji kusampaikan kepada kedua orang tuaku tercinta. Atas segala kesempatan yang telah engkau ijinkan kepadaku. Hingga ini lah aku saat ini.