Sebagai orang tua, siapa sih yang tak ingin anaknya bisa cepet-cepet pandai. Orang tua mana yang tak ingin si anak mau dan hobby membaca ? Apalagi kalo seperti aku, yang tergolong “doyan baca” ini, sudah pasti aku pengen anak2 ku kelak juga doyan membaca.
Paling tidak dengan membaca banyak hal yang bisa ketahui. Paling tidak, dengan hobyku membaca inilah aku bisa bertahan hidup di dunia usaha yang kejam di bali ini, dengan tanpa kesempatan untuk menyelesaikan studi Diploma maupun Sarjana Strata 1.
Dari membaca inilah, si ayah ini bisa berkecimpung di dunia marketing dan dunia maya. Berbekal sedikit kemampuan dan banyak keinginan membaca serta bekal Bacaan yang memadai, toh aku kini sudah beberapa kali mengkomersialkan karya situs website aku di dunia maya….. percaya dan tidak INI DARI MEMBACA berbagai TUTORIAL program & sofware lho ………. http://singgihwilasa.com
Awalnya, dengan susah payak aku dan istri (Putu Ary Widiastuti :red.) akhirnya menemukan sebuah set buku buat anak-anak. Sebuah buku terbitan lokal (Indonesia) yang dibagi kedalam 4 level kemampuan.
1. Buku bergambar, tanpa teks level 1
2. Buku bergambar, tanpa teks level 2
3. Buku bergambar, dengan text indonesia – inggris level 3
4. Buku bergambar, dengan text indonesia – inggris level 4
Jujur (bukan promosi) buku tersebut memberikan penyajian yang nyaris sempurna buat kami. Sungguh dipikirkan ketertarikan dan keingintahuan si anak. Tapi tetap saja…. yang menjadi pertanyaan kami adalah : “APA SI PUTU GALIH AKAN MAU MEMBUKA BUKUNYA ?”
Hari pertama kami tunjukkan buku itu, Galih menjadi “EXCITING”. Ini mungkin berhubungan dengna Umurnya yang belum genap 2 (dua) tahun, yang lagi mengenal dunia, dan ini kali pertama dia melihat buku dengan kertas yang tebal2…… jadi tidak robek ketika dia buka.
Hari Pertama,
PUTU Galih, seolah semaunya sendiri saja.
dia buka bukunya…. tidak peduli kami (aku dan istri) menceritakan tentang apa buku itu bercerita?
hanya 5 menit…. selanjutnya pergilah dia …….. kembali ke habitat bermainnya.
Hari Kedua,
Kami tawarkan dia untuk mengambil bukunya, kami pandu memilihkan buku yang mana untuk dibuka, kemudian Istri mulai bercerita ………. dan berlangsung kurang dari 10 menit saja ……
Kembali si GALIH bermain ke habitatnya.
Hari Ketiga,
Galih sudah mengambil sendiri buku, memanggil Ibu & Ayahnya dan minta diberikan cerita.
Wow ……….. diluar prediksi. Dan aku yakin ini bukan karena cara cerita kami, tapi lebih karena ketertarikan Si anak pada gambar pada buku tersebut. dilahapnya 2 buku dan ceritanya sekaligus dalam waktu 10 – 15 menit. Setelah Itu seperti biasa kabur lagi dia …….
Hari Keempat,
Galih sudah mulai menyebutkan barang atau gambar yang dia lihat dibukunya. bahkan kami sudah tidak lagi menceritakan cerita2 dari level 1, sehingga dia tidak lagi bosan. Galih sendiri telah mengambil dan meminta kami bercerita antara 2 – 3 KALI dalam seharinya, dan dia telah mulai sering berimproviasi.
NAMUN ADA SATU HAL YANG KAMI DAPAT, yang kami ingin sampaikan juga ke temen2 sekalian. BAHWA
ANAK ANDA PADA MASA SEUMUR DENGAN ANAK KAMI GALIH (2 TAHUN-AN) HANYA AKAN MAKSIMAL MENDENGAR, MELIHAT DAN MEMPELAJARI BUKUNYA UNTUK MASA MAKSIMAL 20 MENIT.
JANGAN COBA2 UNTUK MEMAKSANAKAN LEBIH DARI MASA ITU. JUSTRU ANAK AKAN MERASA TIDAK NYAMAN, SEHINGGA ESOK HARI TIDAK LAGI DIA BUKA BUKUNYA.
Syukur kami panjatkan kepada YME, bahwa kini putra kami mulai menggemari bukunya. Setidaknya ketakutanku telah berkurang satu hal…. semoga saja adiknya MADE DAMAR, bisa mengikuti langkah kakaknya.
Filed under: Bina Buah Hati, anak suka membaca, bacaan anak, buku buat anak, info orang tua, made damar yogi paramatma, membaca buat anak, mengajar anak suka baca, putu galih pandu wikarna
dimana mendapatkan buku bergambar tanpa text?atau buku cerita tanpa teks? semua yang ku cari pasti ada textnya…tolong ya
Salam Mahardita,
Kebanyakan buku anak2 memang disediakan buat anak2 yang sudah bisa membaca, atau musti dibantu oleh orang tuanya membacakannya. Bukan sebuah buku “imajiner” yang secara tidak langsung membantu anak berimajinasi dan membuat anak menjadi gemar membaca buku.
Kebetulan saat ini anak saya, yang baru akan genap 2 tahun umurnya di bulan maret 2010, sudah menjadi anak yang gemar membuka bukunya. Bahkan istilahnya bukan lagi baca buku tapi menjadi “main buku”……. syukurlah.
Buku yang saya “beli” buat anak saya relative mahal sebenarnya, tapi “berhasil”. Buku ini diedarkan oleh PT. Tiga Raksa, dicetak oleh PT. Tira Pustaka dan disunting dari terbitan buku anak2 Educational Technologies.. (http://educationaltechnologies.com). Harga paket buku ini dibandroll antara 1,8 juta sampai 2,5 juta satu paketnya. Dalam 1 paket terdapat 5 jenis tahapan baca anak. Jujur, saya puas dengan efeknya, dengan harga yang sekian. karena kalo dibandingkan dengan buku terbitan Educational Technologies (Ori Import) yang harganya 50jt an…. at least dengan buku ini “Anak-anak” menjadi tertarik dan berimajinasi.
Dengan bangga saya tulis disini, bahwa …. di umurnya yang sekian (blm 2 tahun) anakku sudah bisa menyebutkan berbagai binatang, bisa menunjukkan benda2, bisa sedikit bercerita dengan versinya sendiri, tentang isi dari buku ini. Saran saya, jika memakai buku ini TETAP PANDU ANAK ANDA.
salam, Gde Wibisana