tiba kalanya aku salah,
keliru dalam hitung hari yang terlewati,
satu hari lebih cepat dari sungguhnya,
satu langkah lebih maju dari sebenarnya,
satu hari pula hilang dari ingatanku.
gontai pula akhirnya langkah kaki ini,
tak beraturan lurus gerak pijakan kaku,
sang panelis dalam kepalaku mulai bergumam,
penuh TANYA dan sesak akan BIMBANG,
bimbang akan apa di depan langkah nanti.
walau hati beringin melanjutkan,
namun mata dan kepala ini sudah tak lagi sejalan.
mata melirik sana sini mencari petunjuk,
kepala mencerna mencari kejelasan lokasi,
mengkira-kira apa di depan nanti,
tanpa pasti tanpa arahan tepat.
akhirnya tiba pula aku di persimpangan,
tempat dimana kuyakin akan bimbang,
akan penuh tanya yang tiada pasti,
yang kutakutkan terjadi pula,
tiada tanda arah mata angin di sini,
entah ke arah mana musti kulangkahkan kaki ini,
entah dimana pula akhan berakhir nantinya.
kulangkahkan saja kaki-kaki ini kedepan,
lurus kedepan tanpa pandangi kiri dan kananku lagi,
agar tak bimbang jadinya hati ini,
semoga saja di depan nanti kutemui petunjuk,
sebuah petunjuk arah tujuanku,
atau sebuah persimpangan lain dengan penunjuk arah mata angin,
agar tak lagi aku bimbang adanya.
Filed under: Asa Dalam Hidup, Renungan Hati